CONSTRUCTIVE INTERFERENCE / rizalmantovani.com - Thank You For Visiting
RizalMantovani.com
Film 'Kuntilanak 2' menakutkan dan menghibur
9 Jun 2019



JAKARTA, (Pikiran-Rakyat.com).- Setelah sukses dengan film Kuntilanak pertama yang disaksikan jutaan penonton, salah satu rumah produksi Rakasa Multivision Plus mencoba keberuntungan lagi dengan memproduksi film Kuntilanak 2. "Meski sekuel 2, tapi tidak saling terkait ceritanya," jelas Amriet Punjabi, putra mahkota Raam Punjabi yang kini diserahi untuk melanjutkan dinasti Punjabi.
Rizal Mantovani yang piawai menggarap film horor, merasa tertantang untuk menggarap film Kuntilanak. "Saya mencoba menghadirkan kisa yang berbeda, meski jualan utamanya kisah Kuntilanak tapi saya lebih mengedepankan fantasi. Sehingga bisa dinikmati semua umur," ujar Rizal Mantovani.       
Di film Kuntilanak 2, Rizal tetap memasang pemain anak-anak seperti Andryan Sulaiman, Sandrinna Michelle Skornicki, Adlu Fahrezy, Ali Fikri, dan Ciara Brosnan. Sementara pemain dewasa berganti, Karina Suwandi, Susan Sameh, Ayu Diah Pasah. Cerita Kuntilanak 2, sebenarnya sederhana, namun berkat kepiawaiannya Rizal yang sudah khatam menggarap film gener horor, maka ada nuansa yang berbeda. Filmnya jadi enak ditonton, menghibur dan tidak perlu dengan menghadirkan adegan yang menampilkan darah berlebihan. Perbedaan film Kuntilanak 1 dan 2, yaitu,  lebih baik dari sebelumnya. Rizal ingin buat sesuatu yang berbeda dari sekuel 1. "Saya berpikir syuting di rumah kayu yang berada di tengah-tengah hutan itu suatu yang bagus. Hingga sosok hantunya kali ini pun berbeda berkarakter punya kemauan, ambisi," kata sutradara yang sukses dengan film Air Terjun Pengantin ini. Ceritanya sendiri Dinda (Sandrinna Skornicki) yang berhasil lepas dari teror Kuntilanak, tanpa persetujuan Tante Donna (Nena Rosier), berniat untuk menemui seseorang yang diyakini sebagai ibu kandungnya, Karmila (Karina Suwandi). Bersama adik-adiknya dan ditemani Julia (Susan Sameh) dan Edwin (Maxime Bouttier), mereka malah terjebak dalam sebuah rumah di tengah hutan. Banyak kejanggalan terjadi. Dinda kembali harus berhadapan dengan Kuntilanak, tetapi berbeda dengan yang pernah dikalahkannya dengan menggunakan paku atau mantra.***

archives